
Cara Menghubungkan IP camera ke DVR atau NVR sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, meskipun prosesnya sedikit lebih rumit dibandingkan dengan CCTV analog.
Kunci keberhasilannya yaitu memastikan semua perangkat berada dalam jaringan yang sama dan pengaturan IP address sudah benar. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai cara menghubungkan IP Camera ke DVR.
Persiapan Sebelum Menghubungkan IP Camera
Sebelum memulai, pastikan IP camera sudah aktif dan terhubung dengan daya listrik menggunakan power supply yang sesuai. Hubungkan kamera ke jaringan melalui kabel Ethernet atau WiFi agar dapat berkomunikasi dengan DVR.
Siapkan komputer atau laptop yang juga tersambung ke jaringan yang sama untuk melakukan konfigurasi. Unduh software pendeteksi IP camera seperti SADP Tool (Hikvision) atau ConfigTool (Dahua).
Software ini membantu kamu menemukan dan mengonfigurasi IP camera sebelum menambahkannya ke DVR. Pastikan DVR juga aktif dan tersambung ke jaringan melalui kabel Ethernet.
Jika menggunakan WiFi, pastikan sinyalnya kuat agar koneksi antara IP camera dan DVR tetap stabil. Siapkan pula informasi penting seperti IP address, port, username, dan password kamera yang akan digunakan nanti.
Mendeteksi dan Setting IP Address Camera
Langkah pertama adalah mendeteksi IP camera menggunakan software pendeteksi IP. Jalankan aplikasi di komputer, dan software akan memindai semua kamera yang terhubung ke jaringan.
Di daftar hasil scan, akan muncul alamat IP default kamera, status koneksi, dan nomor serinya. Biasanya IP default kamera berada di range 192.168.1.x atau 192.168.123.x, tergantung merek.
Kamu perlu mengubahnya agar sesuai dengan segmen jaringan DVR. Jika DVR menggunakan 192.168.1.x, ubah IP camera menjadi 192.168.1.100 dengan nomor akhir berbeda dari perangkat lain.
Masukkan IP address baru, netmask, gateway, dan port di software pendeteksi. Netmask umumnya 255.255.255.0, dan gateway disamakan dengan IP router, misalnya 192.168.1.1. Klik Modify atau Save untuk menyimpan pengaturan baru.
Mengaktivasi Fitur ONVIF pada Camera
Agar IP camera dapat dikenali oleh DVR, aktifkan fitur ONVIF. ONVIF adalah standar komunikasi untuk perangkat jaringan video yang memungkinkan perangkat dari merek berbeda berkomunikasi.
Login ke halaman web admin kamera menggunakan browser, lalu masukkan IP camera yang sudah diubah. Buka menu Network atau Network Services, lalu temukan opsi ONVIF. Pastikan ONVIF dalam status ‘Enable’ atau ‘Active’.
Catat port ONVIF yang digunakan, biasanya 8000 atau 8080. Jika tidak menemukan menu ini, fitur ONVIF mungkin sudah aktif secara default.
Menambahkan IP Camera ke DVR
Setelah konfigurasi selesai, tambahkan IP camera ke DVR. Buka menu DVR dengan login melalui monitor atau web interface. Masuk ke menu ‘Camer’a atau ‘Remote Device Management’, lalu pilih ‘Add New Camera’ atau ‘Add IP Camera’.
Jika DVR mendukung fitur deteksi otomatis, aktifkan ‘Network Detect’ untuk mencari IP camera secara otomatis. Daftar kamera yang tersedia akan muncul dan bisa langsung ditambahkan.
Menginput Data IP Camera Secara Manual
Jika DVR tidak mendeteksi kamera otomatis, tambahkan secara manual. Pilih ‘Manual Add’ atau ‘Custom Add’ dan isi informasi berikut:
- IP Address: alamat IP camera (contoh:192.168.1.100)
- Port: biasanya 8000 atau 8080
- Username & Password: sesuai yang dibuat saat aktivasi
- Protocol: RTSP untuk koneksi stabil
Beberapa DVR juga menyediakan pilihan codec seperti H264 atau H265, sesuaikan dengan spesifikasi kamera. Klik OK atau Add untuk menyimpan.
Memverifikasi Koneksi Camera ke DVR
Setelah ditambahkan, verifikasi koneksi kamera. Akses menu ‘Live View’ di DVR dan pastikan gambar dari IP camera muncul di salah satu channel.
Jika tampilan video terlihat dan status menunjukkan Online, maka kamera sudah terhubung dengan benar. Jika status masih Offline, periksa kembali kabel jaringan, IP address, atau koneksi router. Pastikan juga tidak ada perangkat lain yang memakai IP address sama.
Setting Recording dan Monitoring
Setelah IP camera berhasil terhubung ke DVR, langkah selanjutnya adalah mengatur jadwal recording. Masuk ke menu ‘Record Mode’ dan pilih antara ‘Continuous Recording’ yang merekam terus menerus selama 24/7, atau ‘Motion Detection’ yang hanya merekam saat ada gerakan terdeteksi.
Motion Detection sangat berguna untuk menghemat ruang hard drive dan memperpanjang durasi penyimpanan rekaman. Sekian pembahasan mengenai cara menghubungkan IP Camera ke DVR. Pastikan setiap perangkat tersambung dalam jaringan yang sama, IP address dikonfigurasi dengan benar, serta fitur ONVIF aktif agar DVR dapat mengenali kamera dengan lancar.
Untuk Anda yang tidak mau repot bisa menggunakan Jasa pasang CCTV Terpercaya Berkat Teknik CCTV, Hub WA 08111.877.555













